Salah Sasaran, GNPK-RI Ancam Minta Kadis Pertanian Lahat Diganti
LAHAT – Polemik bantuan hand traktor dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Kelompok Tani (Poktan) Sedap Malam, Desa Pandan Arang Ilir, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, kian memanas.
Ketegangan itu dipicu pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat yang menyebut bahwa pembagian traktor yang salah penerima tersebut bukan terjadi pada masa kepemimpinannya dan bukan menjadi kewenangannya untuk menarik kembali bantuan tersebut, Selasa (20/10/2026).
Menanggapi pernyataan itu, Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Nasional Petani dan Nelayan Republik Indonesia (PW GNPK-RI) Provinsi Sumatera Selatan, Aprizal Muslim, angkat bicara keras.
“Kalau Dinas Pertanian tidak bisa mengambil hand traktor yang bukan hak penerima, kami akan bersurat ke Pemerintah Kabupaten Lahat atau ke Bupati agar kinerja Dinas Pertanian dievaluasi, atau mengganti Kepala Dinas, Kabid, dan staf yang tidak bisa bekerja untuk petani,” tegas Aprizal Muslim.
Menurutnya, sikap Plt Kadis Pertanian tersebut sangat disayangkan. Apalagi, Bupati Lahat sangat mendukung program pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan, sementara Kabupaten Lahat memiliki areal persawahan yang sangat luas.
“Petani butuh alat, bukan alasan. Kalau salah sasaran, ya tarik dan kembalikan kepada yang berhak. Jangan lempar tanggung jawab dengan alasan bukan di zamannya,” tambahnya.
Polemik ini menjadi sorotan petani di Tanjung Tebat karena Poktan Sedap Malam yang seharusnya menerima bantuan justru tidak menikmati bantuan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kadis Pertanian Kabupaten Lahat belum memberikan tanggapan.(009)
