DAERAHMUARA ENIMNASIONALOGAN ILIRPRABUMULIH

​Perkuat Sinergi dan Transparansi, Pertamina Zona 4 dan SKK Migas Gelar Edukasi Media di Sumatera Selatan

​PRABUMULIH – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Zona 4 bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggelar kegiatan edukasi dan silaturahmi media. Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh puluhan jurnalis dan insan pers dari tiga wilayah operasional utama, yakni Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kota Prabumulih.

​Kegiatan ini diselenggarakan 8 Oktober 2026 sebagai wadah bertukar pikiran, memperkuat sinergi keterbukaan informasi, serta menyelaraskan pemahaman mengenai dinamika tata kelola industri hulu migas di tengah pesatnya era digitalisasi dan Artificial Intelligence (AI).

​Adaptasi Digital dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

​Dalam sambutannya, Manager Corporate Communication PHR Regional 1, Fikri Fardian, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi insan pers yang selama ini konsisten mendukung kelancaran operasional Pertamina di wilayah Sumatera Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara industri hulu migas dan media konvensional dalam menyikapi arus informasi digital.

​”Dunia jurnalistik dan industri migas sama-sama menghadapi tantangan adaptasi di era digital dan AI. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkolaborasi agar perkembangan teknologi digital dapat memperkuat peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan transparan. Selain itu, sinergi ini diharapkan dapat berdampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pengembangan UMKM melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Fikri Fardian.

​Kinerja Operasional Field Limau & Prabumulih serta Raihan Penghargaan CSR

Baca Juga :   Sabet Juara 2 Umum, KKI Dojo Prabumulih Sumbang 20 Emas dan 2 Perak di Kejuaraan Senkaido Open Karate Championship Piala Kemenpora 2023

​Dari sisi operasional, Superintendent HSSE 5 Field, Suharjono, memaparkan pencapaian signifikan yang berhasil diraih di wilayah kerja Zona 4. Salah satu capaian tertinggi dicatatkan oleh Field Prabumulih yang sukses menembus rekor produksi terbesar hingga mencapai angka lebih dari 12.000 barel per hari pada Mei lalu. Sementara itu, Field Limau juga sukses menyelesaikan proyek operasional sebesar 3 MMSCFD pada bulan Juli.

​Suharjono menegaskan bahwa operasional yang aman dan selamat (safe operations) harus berjalan beriringan dengan komitmen pemberdayaan masyarakat sekitar area Ring 1.

​”Operasi yang selamat harus memberi manfaat bagi warga sekitar. Melalui program CSR/TJSL seperti Program Gema Dewata di Air Talas dan Program Rumah Menjahit di Lubuk Raman, kami berfokus membina UMKM lokal. Alhamdulillah, komitmen ini mendapat pengakuan nasional dengan diraihnya penghargaan tingkat Platinum dalam ajang Indonesian Responsible Business Award (IRBA) 2026,” jelas Suharjono.

​Edukasi Hulu Migas, Status Obvitnas, dan Penanganan Gangguan Keamanan

​Dalam sesi pemaparan materi edukasi, Analis Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel, Kurnia Tri Meliana, memberikan gambaran komprehensif mengenai peta bisnis hulu migas (upstream), struktur regulasi, hingga status kepemilikan aset BMN (Barang Milik Negara).

Baca Juga :   Bhabinkamtibmas Polsek Lawang Kidul Cek Tanaman Jagung Kuartal I Di Lahan PTBA

​Kurnia menjelaskan bahwa industri hulu migas memiliki karakteristik khusus berisiko tinggi (high risk) dan membutuhkan biaya investasi besar (high cost). Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 dan PMK No. 140/142 Tahun 2020, seluruh aset tanah dan fasilitas yang digunakan K3S merupakan BMN atas nama Pemerintah RI c.q. Kementerian Keuangan, serta berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas).

​”Kegiatan hulu migas adalah sumber penerimaan negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga operasional Obvitnas ini tidak boleh terganggu. Hingga Agustus 2026, kami mencatat ada 49 kejadian gangguan keamanan di wilayah Sumbagsel, didominasi oleh kasus pencurian. Namun, angka ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025,” ungkap Kurnia Tri Meliana.

​Kurnia menambahkan bahwa penurunan gangguan keamanan—termasuk penanganan illegal tapping—merupakan hasil dari penerapan berbagai inovasi teknis dan sosial, di antaranya:

  • ​Inovasi Teknologi: Penggunaan sistem Finding Fine Oil Analysis buatan PHR, pemantauan udara menggunakan drone, serta pengetatan pelaporan analisis tekanan pipa dari bulanan menjadi mingguan.
  • ​Patroli Kolaboratif: Pelaksanaan random patrol 24 jam secara terpadu di sepanjang jalur pipa (Right of Way) yang melibatkan lintas K3S (Pertamina, Medco E&P, dll.), Polri, serta pembinaan teritorial bersama TNI AD.
  • ​Pendekatan Sosial & Edukasi: Sosialisasi berkala di masyarakat Ring 1 dan pelaksanaan Forum Aparat Penegak Hukum (APH) secara rutin.
Baca Juga :   Pemerintah Kota Prabumulih Buka Pasar Beduk Ramadhan 1447 H di PTM I

​Komitmen Integritas Tatakelola: Prinsip 5 No’s

​Sebagai penutup, Kurnia menegaskan bahwa SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) berkomitmen penuh menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang bersih (Good Corporate Governance). Mulai tahun 2026, industri hulu migas resmi memperketat komitmen etik dari 4 No’s menjadi 5 No’s, yaitu:

  1. ​No Bribery (Dilarang memberi/menerima suap)
  2. ​No Kickback (Dilarang menerima komisi/persenan)
  3. ​No Gift (Dilarang menerima hadiah yang bertentangan dengan aturan)
  4. ​No Lavish Hospitality (Dilarang memberikan/menerima jamuan secara berlebihan)
  5. ​No Conflict of Interest (Dilarang melakukan tindakan yang memicu benturan kepentingan) — Prinsip Terbaru 2026

​Melalui kegiatan sosialisasi dan forum edukasi ini, Pertamina Zona 4 dan SKK Migas Sumbagsel berharap hubungan profesionalisme dan kemitraan dengan media di Prabumulih, Muara Enim, dan Ogan Ilir semakin kokoh guna mendukung kedaulatan energi nasional.(009)